Bagi banyak orang, Non-Fungible Token atau NFT hanya dipandang sebagai file gambar digital mahal yang diperdagangkan secara online. Namun, pemahaman ini jauh dari esensi teknologi. NFT adalah aset digital unik yang memiliki implikasi revolusioner bagi ekonomi kreatif dan kepemilikan aset, dan tugas utama kita di sini adalah Membongkar Mekanisme Token unik ini. NFT bukanlah gambar itu sendiri, melainkan sertifikat digital kepemilikan dan keaslian yang dicatat pada blockchain, umumnya menggunakan standar ERC-721 pada jaringan Ethereum. Keputusan untuk Membongkar Mekanisme Token ini sangat penting, karena NFT telah terbukti mampu mengubah cara seniman memonetisasi karya mereka dan bagaimana properti virtual (seperti tanah di metaverse) diperdagangkan secara global.
Inti dari NFT terletak pada sifatnya yang non-fungible, atau tidak dapat dipertukarkan. Berbeda dengan mata uang kripto seperti Bitcoin, di mana satu koin dapat ditukar dengan satu koin lainnya tanpa perbedaan nilai (fungible), setiap NFT memiliki kode unik yang menjadikannya satu-satunya. Membongkar Mekanisme Token ini menunjukkan bahwa Smart Contract NFT mengandung metadata yang menunjuk ke lokasi digital (biasanya disimpan di InterPlanetary File System / IPFS, bukan langsung di blockchain) tempat karya seni, musik, atau item game yang diwakilinya berada. Smart Contract ini juga mencatat sejarah kepemilikan dari menit pertama NFT diciptakan (minted) hingga pemilik saat ini.
Salah satu fitur terpenting yang didukung oleh Membongkar Mekanisme Token adalah Royalti Otomatis (Automated Royalties). Berbeda dengan penjualan seni tradisional di mana seniman tidak menerima kompensasi dari penjualan kembali (resale) karya mereka, NFT memungkinkan seniman untuk memprogram royalti (misalnya, $10\%$) ke dalam Smart Contract. Setiap kali NFT tersebut dijual kembali di masa depan, royalti akan secara otomatis dikirimkan ke wallet seniman. Fitur ini secara fundamental mengubah ekonomi seniman, memberi mereka sumber pendapatan pasif dan berkelanjutan. Sebagai contoh spesifik, pada tahun 2021, seniman digital terkenal Beeple memperoleh royalti sekitar $6.6 juta dari penjualan kembali karya-karyanya saja, sebuah pendapatan yang mustahil dalam pasar seni konvensional.
Selain seni, NFT telah menjadi fondasi bagi Properti Digital di metaverse. Properti virtual—seperti sebidang tanah di dunia game digital—diwakili oleh NFT, memungkinkan pengguna untuk membeli, menjual, dan menyewakan aset tersebut layaknya properti fisik. Pada Februari 2023, sebuah perusahaan real estat virtual melaporkan penjualan sebidang tanah di metaverse seharga $100.000 kepada seorang investor di Asia. Transaksi ini tercatat di blockchain pada hari Rabu pukul 14:00 GMT, membuktikan kepemilikan yang tidak dapat diganggu gugat tanpa melibatkan bank atau badan pendaftaran tanah konvensional. Keunggulan ini membuat NFT menjadi alat yang kuat untuk kepemilikan aset yang transparan dan immutable (tidak dapat diubah). Dengan memahami bahwa NFT adalah sebuah teknologi validasi kepemilikan dan bukan sekadar file JPEG, kita dapat sepenuhnya menghargai dampaknya yang meluas terhadap ekonomi kreatif dan hak properti di era digital.
